Minggu, 23 Juli 2017

PCNU Kota Surabaya .


PCNU Kota Surabaya Adakan

 Kirab Panji N.U .


.
HALALBIHALAL JAMIYAH SHOLAWAT NARIYAH 
PCNU SURABAYA .
 

 .
 Ketua PCNU Surabaya bersama Ulama'
.
Dr.H.Achmad Muchibbin Zuhri .
.

 Rekan PC IPNU SURABAYA .

.
Sahabat Faisol seketaris .

KH.MAS YUSUF bersama KH. Sholeh Qosim .

.




Kudeta Gus Dur

Jumat, 21 Juli 2017 16:40



 Oleh Rijal Mumazziq Z



Saat terjadi kudeta Mesir, aktivis Ikhwanul Muslimin turun jalan. Mohamed Morsi, presiden dari kubu mereka, didongkel jenderalnya sendiri, Abdul Fatah al-Sisi. Mereka melawan. Tentara memberangus gerakan politik islamis ini. Para pemimpin IM tak mau menyerah, mereka menyuarakan perlawanan. Banyak aktivis menjadi martir.

Di Turki, Recep Tayyip Erdogan nyaris didongkel. Pelakunya? Faksi kecil militer. Dari tempat liburannya, sang presiden menyuarakan perlawanan. Pendukungnya bergerak. Arus bawah menguat. Kudeta akhirnya gagal.

Di Indonesia, 2001, Gus Dur versus parlemen. Dengan halus dan piawai, para politisi mempreteli kekuasaan Gus Dur. Mega dan Amien Rais melakukan manuver politik yang biasa disebut sebagai kudeta halus. Sebagian politisi NU menyuarakan perlawanan, sebagian kecil bahkan  membentuk front "perjuangan". Mereka siap mempertahankan Gus Dur di kursi kekuasaan dengan taruhan nyawanya. Pamswakarsa, milisi sipil tak bersenjata api yang disokong militer dan (kabarnya) didanai politisi, mulai terlibat bentrok dengan pendukung Gus Dur, setelah dua tahun sebelumnya baku hantam dengan mahasiswa. 

Suara perlawanan terus dikumandangkan. Basis-basis Nahdliyin menggelegak, dibangkitkan dengan narasi terdzolimi. Di tengah kondisi yang memanas ini, bagaimana reaksi Gus Dur sebagai RI-1 yang didukung jutaan massanya? Apakah dia menggelorakan perlawanan dengan menggerakkan pendukungnya? Tidak. 

Dengan berkaos dan bercelana pendek, di teras istana negara, ia menyapa para pendukungnya yang sudah siap mati untuknya. Ini penampilannya yang paling eksentrik. Presiden yang menanggalkan simbol kebesarannya dengan hanya mengenakan baju rakyat: kaos dan celana pendek. Bisa saja Gus Dur menggunakan pakaian kebesarannya dan simbol-simbol tertentu untuk menyentuh aspek sentimentil-emosional pendukungnya. Tapi tidak, dia tidak melakukannya. Dengan tertatih-tatih, Gus Dur mengangkat tangan, melambaikan telapak, dan meminta pendukungnya pulang. Pulang? Ya, pulang. Tak ada orasi perlawanan, tak ada narasi sebagai pihak yang dizalimi, juga tak ada glorifikasi jabatan melalui penggunaan jargon-jargon agama. 

Para pendukungnya, yang datang dari berbagai daerah, menangis. Bukan karena melihat Gus Dur sebagai pihak yang dizalimi, tapi tangis haru melihat upaya sang tokoh menghindari bentrok sesama anak negeri. Bukankah ini cara Gus Dur mengimplementasikan Ukhuwah Wathaniyah alias persaudaraan tanah air? Elegan, bukan?

"Tak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian," kata Gus Dur suatu ketika. Karena sejak awal sudah memandang sebuah jabatan sebagai sesuatu yang tidak istimewa, maka Gus Dur pun tak lantas melakukan glorifikasi dan mistifikasi atas sebuah jabatan. 

Tak percaya? Silahkan cermati komentar Gus Dur di sebuah perbincangan ini, "Saya jadi presiden itu cuma modal dengkul. Itupun dengkulnya Amien Rais."



Rijal Mumazziq Z adalah penulis buku Revitalisasi Humanisme Religius dan Kebangsaan KH. A. Wahid Hasyim 


.
.
Dr.H.Ach Muchibbin Zuhri Mag .





Masjid Tholabuddin

Masjid Tholabuddin .

 

 
 Dr.H.Achmad Muchibbin Zuhri .


 

 

Sholat  itu adalah tiangnya agama yang di dalamnya  terkandung 10 hal : 

 1 . Mencerahkan wajah .

 2 . Menerangkan hati .

 3 . Menyehatkan badan .

 4 . Teman dalam kubur .

 5 . Tempat turunkan rahmat .

 6 . Kuncinya langit . 

 7 . Memberatkan timbangan .

 8 . Tempat keridhaan Allah .

 9 . Bernilai syurga .

 10. Penghalang siksa neraka . 

      * Nashsihul ibad *

 

 .

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 



Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. 

 .

 .

 
 Bersama K.H.Khozin Ma'ruf


Masjid Tholabuddin Rungkut .

.
.
.
.

 
 
Cak Eko .
.

 

  .

 .

 

.

.
.


PC GP ANSOR kota Surabaya .



Terpilih Secara Aklamasi, Farid Afif 

Pimpin GP Ansor Surabaya  

 

 

Senin, 08 Mei 2017 13:05 Daerah .  


Surabaya, NU Online
Muhammad Farid Afif terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Surabaya periode 2017-2021 pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XVIII di Gedung Hoofdbestuur PCNU Surabaya, Ahad (7/5). 

Sidang pemilihan dipimpin pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor, Sofiwi Haris Makmun dan Affan Asirozi. Sebanyak 22 Pimpinan Anak Cabang dari 31 Anak Cabang dan 92 Pimpinan Anak Ranting GP Ansor se-Kota Surabaya hadir dalam Konfercab. 

Dalam persidangan yang relatif singkat itu, pimpinan sidang menawarkan mekanisme pemilihan ketua secara aklamasi atau musyawarah mufakat. Usulan tersebut kemudian disetuji oleh semua peserta sidang. 

Usai pemilihan, Aris Yusuf Ketua GP Ansor Anak Cabang Kecamatan Karanpilang Kota Surabaya  menjelaskan, dari hasil musyawarah yang yang begitu singkat para Ketua Ancab GP Ansor Surabaya memilih sahabat Farid Afif sebagai ketua PW GP Ansor Kota Surabaya.

 "Walaupun musyawarah begitu singkat, tapi kami yakin musyawarah memilih sahabat Afif tersebut sudah tepat," ungkapnya di Surabaya, Senin (8/5).

Muhammad Farid Afif Ketua GP Ansor Surabaya yang baru terpilih mengucapkan rasa terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepadanya untuk memimpin GP Ansor Surabaya. Namun, menurutnya amanah tersebut tidak ringan, oleh karena itu dirinya mengajak para sahabat GP Ansor Kota Surabaya untuk bersama-sama mengemban amanah tersebut. 

"Kedepan, tantangan GP Ansor tidaklah ringan, apalagi di tengah wilayah perkotaan seperti Surabaya, oleh karena itu kami akan berusaha bersama-sama akan meningkatkan konsolidasi dan membuat beberapa program,” ujar Afif.  

Afif berharap kepada tim formatur agar dapat memilih pengurus periode 2017-2021 yang siap bekerja. "Saya ingin, tim formatur itu memilih pengurus cabang yang siap bekerja dan siap bekerja sama untuk priode kedepan, saya akan berusaha menyatukan tangan sahabat semua Ansor, untuk bersama-sama melangkah dalam menjaga amanah para ulama dan anggota Ansor, " pungkasnya. (Red.Zunus)

.

.
 .

HALALBIHALAL  GP ANSOR SURABAYA 
PEMBEKALAN PENGGURUS BARU
masa khidmat 2017 - 2022 .

 Bersama H.Faridz Afif ketua PC GP ANSOR SURABAYA .


KH.ALI MASCHAN ,Ra Gufron,KH Mas Sulaiman .

Abdulloh Munir .

 KH.Ma'ruf Khozin .


PC GP ANSOR SURABAYA menggutuk serangan
 ke MAsjid AL AQSA  .








.





.
 bertemu Gus Ipul wagub Jawa Timur .



 






Ketua BANAR Surabaya.jadi kehormatan .

 Tanda Tangan menjadi saksi pemusnahan BB Narkoba .



Bersama KAPOLTABES .

.


.PKD  GP ANSOR SURABAYA .

 Ketua H.Faridz Afif ketua GP ANSOR Surabaya.

Peserta PKD GP ANSOR Surabaya.









.


.